Orang Indonesia tentu tahu bahwa jamu baik untuk kesehatan. Meski mulai sedikit ditinggalkan, tetap saja pemahaman bahwa jamu sebagai obat tradisional dianggap cukup ampuh mengatasi beberapa masalah kesehatan.

Salah satunya ketika ibu mengalami kendala saat menyusui seperti produksi ASI yang kurang sehingga akan berdampak pada tumbuh kembang bayi. Ibu mana pun ketika menyusui ingin agar ASI-nya melimpah, maka tidak jarang para ibu dengan pemahaman yang sudah mengakar secara turun temurun menganggap bahwa jamu juga solusi yang tepat untuk mereka agar produksi ASI bisa lancar. Apalagi jamu erat dengan kata tradisional dan alami yang membuat ibu tertarik untuk meminumnya.

Namun, yang perlu diingat adalah ketika dalam masa menyusui apapun yang Ibu konsumsi bisa saja berpengaruh pada ASI yang ibu keluarkan, termasuk ketika mengonsumsi jamu. Pengaruh pada rasa dan aroma ASI tergantung dari apa saja bahan-bahan yang digunakan untuk meracik jamu tersebut.

Dilansir dari laman Hello Sehat, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak menganjurkan ibu untuk minum jamu saat menyusui. Sebenarnya bukan jamu saja, tapi bahan-bahan herbal serta beberapa jenis obat pun tidak disarankan untuk dikonsumsi. Ini dikarenakan bahan-bahan tersebut bisa memunculkan efek samping pada tubuh ibu dan bayi yang menyusu.

Memang embel-embel tradisional dan alami yang melekat pada jamu terkesan aman untuk dikonsumsi. Meski begitu tetap saja harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah kondisi tubuh Anda saat menyusui memungkinan untuk menerima asupan jamu tersebut. Ini penting untuk menjaga kualitas ASI tetap baik yang membuat bayi sehat ketika mengonsumsinya. (Mika K)