Pernahkah Anda merasa cepat terdistraksi atau teralih padahal sedang megerjakan suatu hal? Atau malah suka menunda dalam mengerjakan sesuatu? Jika iya, ada baiknya Anda perlu melatih EF (Executive Function) dalam diri Anda.

Berkaitan dengan bahasan ini, tim Sayang Ibu sempat mewawancarai Ibu Galuh Ayu Sri Githa Gandi yang merupakan edukator di Sekolah Vidya Karuna sekaligus pemerhati anak. Melalui penyampaian beliau, EF dimiliki oleh anak-anak maupun orang dewasa dan sangat disarankan sekali melatih EF saat masih anak-anak.

“Executive function paling baik dikembangkan saat periode sensitif yakni usia 0 – 6 tahun. Periode sensitif ini sayang banget dilewatkan karena ini konsep dasar seperti bergerak, keteraturan atau rutinitas. Selain itu, EF juga erat kaitannya dengan practical life skills, jadi untuk anak-anak sendiri tentu perlu dilatih, didampingi dan dilakukan secara berulang.”

Ibu Githa juga memaparkan bahwa akademik penting untuk anak-anak, tapi yang lebih penting adalah working memory mereka.

“Ya, working memory itu penting. Latihan motorik kasar, motorik halus, practical life skills, kemandirian, itu sangat menunjang executive function. Jangan sampai karena fokus mengembangkan akademik di periode sensitif, nanti pas SD kelas 5 tidak bisa pakai baju dan tidak tahu baju terbalik.”

Begitu pentingnya pengembangan EF sejak anak-anak karena akan memiliki dampak ketika dewasa nanti. Melatih executive function dimulai dari self control, inhibitory control, working memory, serta cognitive flexibility akan membentuk 3 kemampuan dasar anak yakni planning (perencanaan), organizing (pengaturan), dan problem solving (pencarian solusi). Kemampuan ini erat kaitannya dengan membentuk kemandirian anak dan sudah pasti akan dibawa ketika dewasa nanti terutama dalam bekerja.

Namun, bagaimana jika kita yang dewasa baru menyadari bahwa perlu perbaikan diri dengan melatih EF? Ibu Githa menyampaikan bahwa hal tersebut bisa diperbaiki. Dibutuhkan kesadaran, usaha dan pengulangan. Umumnya, pada pengulangan akan terjadi hambatan, maka dari itu dibutuhkan tekad yang kuat, komitmen, dan konsistensi untuk memperbaikinya.

Bagi anak-anak yang sudah melewati periode sensitif pun juga sama, namun dalam hal ini dibutuhkan kesiapan orang tua dalam melakukan perbaikan. Para orang tua bisa minta saran kepada psikolog, edukator, ikut dalam komunitas pemerhati anak, dan membaca berbagai literasi yang membahas tentang executive function. Informasi yang didapat dari berbagai sumber tersebut dijadikan perbandingan dan disesuaikan dengan kondisi diri sendiri maupun anak karena tiap anak bisa saja mengalami hambatan yang berbeda. Sinergi dengan sekolah juga dibutuhkan agar proses pendampingan anak dalam melatih EF-nya bisa optimal

Melakukan perbaikan dan melatih EF secara umum sebenarnya tergolong sederhana, seperti membiasakan diri melakukan perencanaan atau membuat agenda rutinitas setiap hari, belajar untuk menahan diri dari distraksi dan disiplin serta fokus mengerjakan suatu hal hingga selesai baru beralih ke hal lain, teratur melakukan pengulangan atas kegiatan tersebut hingga menjadi kebiasaan. Semuanya akan berujung pada practical life skills atau praktek berkehidupan sehari-hari.

Nah, setelah membaca uraian mengenai executive function di atas bagaimana tanggapan Anda? Apakah anak-anak Anda mengalami kendala dalam tahap perkembangannya? Atau malah Anda sendiri sebagai orang tua yang butuh perbaikan? Apa pun jawabannya, kita semua belajar menjadi orang yang lebih baik. Selamat belajar dan mengembangkan executive function dalam diri sendiri maupun anak-anak. (Mika K)